SAN FRANSISCO - Tim ilmuwan Amerika Serikat (AS) menemukan, bayi yang kerap terkena kimia Bisphenol A berisiko lebih besar mengalami obesitas (kelebihan berat badan) ketika tumbuh dewasa.
Kimia Bisphenol A banyak terdapat pada plastik kemasan makanan dan minuman. "Kimia Bisphenol A mengganggu fungsi metabolisme sehingga orang yang terkena kimia itu terancam risiko obesitas," ujar ketua tim peneliti, Bruce Blumberg, ahli biologi University of California, AS.
Organisasi kesehatan dunia WHO memperkirakan, sekira 400 juta penduduk bumi saat ini menderita obesitas. WHO mengungkapkan, obesitas meningkatkan risiko serangan jantung dan diabetes. Kecemasan terhadap Bisphenol A pada plastik akhir-akhir ini semakin meningkat.
Pemerintah Kanada dan AS berencana melarang penggunaan botol plastik, terutama yang digunakan untuk memberi minum kepada bayi. Pemerintah AS dan Kanada menilai, botol plastik mengandung kimia Bisphenol A yang membahayakan kesehatan bayi dan anak-anak. Menteri Kesehatan Kanada Tony Clement mengungkapkan, pelarangan botol plastik akan dimulai pada tahun depan.
"Kami menyimpulkan, Bisphenol A berpengaruh negatif terhadap perkembangan bayi dan anak-anak. Daripada menyesali dampak negatif penggunaan botol plastik, kami akan melarang penggunaan botol plastik, paling cepat pada tahun depan," ujar Clement.
Badan pengawas obat dan makanan AS FDA bahkan menguak risiko lebih besar dari kimia Bisphenol A yang terdapat dalam botol plastik. FDA mengungkapkan, Bisphenol A berisiko memicu kanker prostat dan payudara pada remaja yang sejak bayi sudah teracuni kimia Bisphenol A.
Clement memaparkan, kimia Bisphenol A yang terdapat pada botol plastik dapat bermigrasi ke makanan dan minuman ketika botol plastik tersebut dipanaskan. Clement memperingatkan, orang tua hendaknya jangan pernah menuangkan air mendidih ke dalam botol plastik yang mengandung kimia Bisphenol A.
Kimia Bisphenol A pada Plastik Memicu Obesitas
Diposting oleh DWI PRATAMA
