F1 News

My BlogCatalog BlogRank
Tampilkan postingan dengan label Lab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lab. Tampilkan semua postingan

Sapi Rekayasa Genetik Hasilkan Susu Lebih Banyak



BUENOS AIRES - Kebutuhan susu di Argentina ternyata mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tapi sayangnya ini tidak diimbangi dengan produksi susu yang dapat memenuhi kebutuhan warga. Salah satu sebabnya sapi di Argentina tidak bisa memproduksi susu yang lebih banyak. Para ilmuwan pun mencoba melakukan rekayasa genetik agar susu yang dihasilkan oleh sapi dapat lebih banyak lagi.

Para ilmuwan di Argentina mencoba mengembangkan eksperimen dengan meng-kloning hormon dan merekayasa gentik pada sapi, sehingga produksi yang dihasilkan susu di Argentina dapat lebih banyak dari sebelumnya, dengan begitu produksi susu akan memenuhi kebutuhan nasional. Sapi-sapi itu nantinya akan ditambahkan pada tubuhnya hormon bovine somatotropin, hormon yang dimana dapat meningkat produksi susu hingga 20 persen. Oleh para ilmuwan sendiri hormon bovine somatotropin mereka sebut rbST.

"Produksi susu sapi normalnya 5,3 galon atau sekira 20 liter per hari. Dengan dimeningkatkan hormon bovine somatotropin setidaknya produksi akan bertambah 6 galon, setara 25 liter per hari," ungkap Andres Bercovich Kepala Riset dan Pengembangan di Firma Bioteknologi Bio Sidus.

"Tapi yang mesti diingat, hormon ini hanya bisa digunakan oleh binatang saja," tambahnya kepada Reuters, Kamis (6/11/2008).

Perusahaan Bio Sidus memulai eksperimen ini sejak tahun 2002, eksperimen mereka menfokuskan diri pada pengembangan hormom untuk meningkatkan produksi susu. Hormon bovine somatotropin sendiri diambil dari susu sapi. Setelah melalui beberapa tahap produksi, muncullah bakteri yang disimpan dalam sebuah tempat khusus dalam jangka waktu tertentu agar hormon bovine somatotropin baru dapat diproduksi.

Bio Sidus kini mempunyai basis di negara-negara Amerika, seperti AS, Brazil, Meksiko, dan Peru. Meskipun sapi hasil berhasil diciptakan, namun sapi hasil rekayasa tersebut tidak dijual bebas di Argentina.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Jurassic Park Akan Segera Terwujud di Dunia Nyata


TOKYO - Masih ingatkah dengan Film fenomenal Jurassic Park besutan Steven Spielberg?, di film itu diceritakan dinosaurus yang telah punah berabad-abad lalu dapat dihidupkan kembali hanya dengan sel darah hewan raksasa tersebut. Dan nampaknya keinginan itu sebentar lagi akan terwujud.

Sekelompok peneliti asal Jepang baru-baru ini telah berhasil membuat tikus yang diambil dari sel darah beku seekor tikus yang telah mati 16 tahun lalu. Dan keberhasilan ini membuat mereka yakin dapat menghidupkan Mammoth, gajah yang pernah hidup pada zaman purba.

Para peneliti dari Institute Riken menghidupkan tikus yang merupakan hasil rekayasa genetik melalui sel darah hewan itu yang dibekukan dalam suhu 20 derajat Celcius, sel darah hewan pengerat itu sendiri berasal dari tikus yang telah mati 16 tahun lalu.

Tikus yang berwarna hitam ini awalnya ada sebuah sel darah yang telah mati, setelah itu sel tersebut masuk dalam tahap rekayasa genetik dengan ditanamkan kedalam sel telur di tikus yang masih hidup. Dan ajaib, tikus itu pun berhasil dilahirkan.

Keberhasilan ini mereka harapkan menjadi langkah awal bagi mimpi umat manusia, yaitu dengan menghidupkan kembali mammoth, yang merupakan spesies nenek moyang gajah.

"Keberhasilan pengembangan teknologi transfer sel ini semoga bisa berlanjut ke binatang lainnya," harap Teruhiko Wakayama Pemimpin eksperimen ini, seperti yang dilansir AFP, Rabu (5/11/2008).

"Taman dinosaurus seperti dalam Film Jurrasic Park mungkin bisa diwujudkan dalam dunia nyata," tambah Wakayama.

Akan tetapi kendala besar tengah dihadapi oleh para ilmuwan tersebut, pasalnya mereka akan sulit menaruh sel darah mammoth ke dalam sel telur mammoth yang masih hidup, karena mammoth sendiri sudah punah sejak zaman es.

Satu-satunya cara adalah dengan menanamkan sel mammoth ke rahim gajah betina. Gajah yang memang mempunyai hubungan erat dengan mammoth diharapkan mampu menghidupkan bintang purbakala tersebut.

"Kami tengah mencoba mengembangkan sel ini melalui gajah, walaupun sulit semoga ini bisa meraih hasil yang postif," tutup Wakayama.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Tangan Wanita Lebih Banyak Bakteri


WASHINGTON - Dalam tubuh manusia sesungguhnya terdapat berbagai bakteri yang bersarang, entah itu bakteri jahat ataupun bakteri baik semuanya berlomba-lomba hinggap disekujur tubuh manusia. Tapi tahukah, ternyata wanita lebih banyak menyimpan bakteri ketimbang pria, terutama pada daerah sekitar tangan.

Asisten Profesor Rob Knight dari Universty of Colorado mengungkapkan bahwa sudah menjadi hal yang lumrah jika bakteri hinggap di dalam setiap individu.

Namun dari semua spesies bakteria yang dia deteksi para peneliti tersebut sangat terkejut jika sebagian besar bakteri bersarang di daerah tangan. Dan ternyata wanita lebih banyak memiliki bakteri yang dimaksud dibanding pria.

"Dari beberapa nomor spesies bakteri yang diidentifikasi kami terkejut sebagian besar berada di daerah tangan. Dan sejauh ini tangan wanita yang paling banyak terdapat bakteri," ucap Noah Fierer, salah satu peneliti dari Departemen Ekologi dan Evolutionar Biologi Colorado University.

Meski penelitian ini masih terus dikembangkan, peneliti yakin perbedaan kulit antara wanita dan pria berbeda jauh, apalagi kulit wanita jauh lebih sensitif. Produksi minyak dalam tangan dan kelembapan yang berbeda menjadi faktor utama kulit wanita lebih disukai bakteri. Apalagi pemakaian kosmetik, serta produksi hormon berlebih juga turut berperan.

"Bakteri juga makin subur hidup di bawah permukaan kulit wanita jika mereka tidak membiasakan mencuci tangannya," jelas Robert Knight, seperti yang dilansir Associated Press, Selasa (4/11/2008).

Sample dari penelitian ini mereka ambil dari 5 kampus berbeda. Terdapat 102 pasang tangan dari mahasiswa tersebut yang di teliti. Mereka pun berhasil mengidentifikasi 150 spesies bakteri di tangan. Dan bakteri tersebut lebih banyak berada di wanita, dibandingkan pria.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Tomat Ungu Pencegah Kanker


LONDON - Mungkin sebagian warna tomat yang diketahui adalah berwarna merah, atau kuning. Namun, kini para ilmuwan tengah mengembangkan sebuah tomat yang berwarna ungu agak gelap. Tomat hasil rekayasa genetika tersebut ternyata memiliki kandungan nutrisi sangat banyak yang dapat menyembuhkan penyakit kanker.

Para ilmuwan asal Inggris itu mengungkapkan bahwa saat ini mereka tengah mengembangkan tomat yang lain dari pada yang lainnya. Tomat berwarna ungu tersebut diklaim dapat membantu kesehatan manusia terutama dalam penyembuhan penyakit kanker

Saat ini tomat berwarna ungu tersebut tengah diujicobakan pada seekor tikus yang teridentifikasi terkena kanker. Tikus yang pertama, oleh para ilmuwan diberi diet ketat dengan memberi makanan tomat ungu, sedangkan tikus yang kedua melakukan diet standar tanpa ada asupan dari tomat ungu tersebut.

Hasilnya sungguh luar biasa, tikus yang diberi tomat ungu jauh memiliki jangka hidup yang sangat panjang, dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi buah itu. Dan ada kemungkinan tikus yang diberi tomat akan berangsur-angsur pulih dari penyakitnya.

"Efeknya sangat besar dari apa yang kami harapkan sebelumnya," tukas Martin, salah satu ilmuwan tersebut, seperti yang dikutip dari The Guardian, Selasa (28/10/2008).

Dari hasil tersebut para ilmuwan mencoba menciptakan buah tomat yang mengandung banyak anthocanin dengan tambahan gen bunga snapdragon. Sehingga tomat yang biasanya berwarna merah berubah menjadi ungu.

Sayangnya, tomat yang berhasil menghambat sel kanker pada tikus tersebut belum bisa diterapkan pada manusia pada waktu dekat ini. Menurut para ilmuwan tersebut jaringan sel yang terdapat pada manusia jauh lebih kompleks.

"Perubahan diet, atau spesifikasi komponen, nyatanya mampu menolong kesehatan binatang. Dan kami percaya itu bisa terjadi pada manusia," tambah Martin lagi.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Pisang Berwarna Biru, Pertama di Dunia


NEW YORK - Selama ini kita biasa menemui buah pisang yang berwarna kuning, atau sesekali ada juga yang berwarna hijau, bahkan tidak jarang kita temukan pisang yang berwarna coklat agak kehitaman. Lalu, bagaimana kalau pisang yang berwarna nyentrik, seperti warna biru?

Baru-baru ini ditemukan pisang yang berbeda dari biasanya, yaitu pisang berwarna biru. Buah tropis ini sendiri merupakan hasil eksperimen dari beberapa para ilmuwan yang berasal University of Innsbruck (Austria) dan Columbia University (New York, AS)

Tim peneliti, yang terdiri dari beberapa ilmuwan tersebut menjelaskan, fenomena pisang berwarna biru ini sendiri merupakan yang pertama kali terjadi di dunia. Mereka memaparkan, pisang ini bisa berwarna biru akibat dari degradasi klorofil yang mematangkan buah tersebut, setelah itu dispektrum dengan menggunakan sinar ultraviolet.

Klorofil adalah kelompok pigmen fotosintesis yang terdapat dalam tumbuhan atau buah-buahan, yang menyerap cahaya merah, biru, dan ungu, serta merefleksikan cahaya hijau yang menyebabkan tumbuhan atau buah-buahan tersebut memperoleh ciri warnanya.

Selain itu pula terdapat kloroplas yang memanfaatkan cahaya yang diserap itu sebagai energi untuk reaksi-reaksi cahaya dalam proses fotosintesis. Demikian yang dikutip dari Live Science, Kamis (23/10/2008).

Kini, para ilmuwan tengah menyempurnakan buah pisang biru itu agar dapat menstabilkan jangka hidup yang lama. Saat ini, pisang tersebut masih belum bisa dimakan oleh manusia, karena, belum ada cara yang tepat untuk membuat pisang ini matang. Sehingga nantinya mungkin saja bisa dibudidayakan secara luas.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Obat Lumpuh Selangkah Lagi Ditemukan


CHICAGO - Sekelompok monyet berhasil mendapatkan kembali fungsi motorik pergelangan tangan manusia yang mengalami kelumpuhan. Keberhasilan para monyet ini tidak terlepas dari eksperimen para ilmuwan yang coba mengembalikan fungsi motorik tersebut.

Para ilmuwan asal Amerika Serikat mencoba melakukan eksperimen dengan menggunakan perangkat komputer, yaitu dengan cara mengirimkan sinyal ke otak agar dapat direspon sehingga dapat menggerakan bagian badan yang lumpuh.

"Uji coba ini untuk membuktikan bahwa teknologi dapat melakukan sesuatu hal yang tidak mustahil," ujar Chet Mortiz, Ilmuwan asal Universitas Washington di Seatle.

Sistem ini dimulai dari mengirimkan sinyal ke otak untuk menjangkau otot yang lumpuh. Sehingga otot yang cedera tersebut dapat bergerak secara natural. Tapi, tim ini mengalami kesulitan mengembangkan sistem yang kompleks ini karena sinyal untuk otak tersebut terkadang tidak terlihat oleh sistem komputer.

Nantinya penemuan ini mampu memelopori pengobatan bagi orang-orang yang lumpuh karena berbagai hal. Demikian yang dilansir dari AFP, Kamis (16/10/2008).

"Sang monyet yang sudah sembuh tersebut, ditugaskan untuk melakukan kegiatan yang simple. Seperti bermain video game." tambah Mortiz lagi.

Dari demonstrasi yang dipaparkan, hanya satu neuron dibutuhkan untuk mengontrol gerakan. Dan berbagai sel di lapisan motor dapat dilatih untuk menggunakan sistem.

Akan tetapi sistem yang mampu mengobati kelumpuhan dari leher ke bawah pada monyet ini, baru dapat digunakan dalam pengobatan medis bagi manusia untuk beberapa dekade ke depan. Karena masih harus ada beberapa hal yang perlu diteliti kembali. Apalagi, sistem syaraf manusia jauh lebih rumit daripada monyet.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

TBC Menyerang Manusia 9.000 Tahun lalu

LONDON - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan, ternyata virus Tuberculosis atau yang dikenal dengan TBC, telah menyerang manusia sejak 9.000 tahun yang lalu, sebelumnya penelitian menyatakan bahwa Virus TBC ini menghinggapi tubuh manusia mulai 3000 tahun yang lalu.

Pengungkapan virus TBC, yang ternyata jauh lebih lama dari sebelumnya ini, merupakan penelitian yang penting bagi umat manusia untuk melanjutkan penelitian ke arah yang lebih baik lagi.


"Fakta mengenai virus TBC ini menjadi hal yang sangat penting, karena bisa membantu kita untuk mengetahui sejarah Tuberculosis dan bagaimana proses virus itu menyerang," ujar Mark, dari Universitas Spigelman, London.

"Bukti-bukti ini bisa menjadi penolong agar dapat membuat obat penyembuh yang baru, karena virus ini bisa berkembang tiap tahunnya," tambah Mark lagi.

Obat-obatan dan antibiotik telah berusaha keras di perbaharui oleh para ilmuwan agar tidak menambah jumlah penderita TBC yang mengalami kematian. Tubercolosis merupakan infeksi bakteri yang menyerang paru-paru manusia dengan cepat. Akibatnya 9,2 juta orang di dunia tiap tahunnya terserang virus ganas ini dan 1,7 Juta di antaranya meninggal dunia.

Sebuah kasus yang baru saja terjadi di negara Israel, yang diteliti oleh ilmuwan Universitas tersebut, menemukan virus berbahaya ini menyerang seorang ibu dan bayi di kota Haifa.

Dilansir melalui Reuters, Rabu (15/10/2008), dari DNA yang diteliti dan karakter tulang tengkorak dari zaman 9.000 tahun lalu terlihat bahwa TBC telah menyerang tubuh dari ibu dan sang bayinya.

Sebelumnya di Mesir, pada tahun 3000 sebelum Masehi, ada yang menyebutkan bahwa telah ditemukan bakteri yang diduga Tuberculosis menyerang tubuh manusia. Namun, belum bisa dipastikan apakah itu benar bakteri yang selama ini diduga tersebut.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email



Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Bakteri dari Kehidupan Lain

CALIFORNIA - Seekor binatang kecil yang biasa hidup di dalam tanah, dan mempunyai sebutan ?Si penjelajah berani?, yang mempunyai kehidupan mengisolasi kehidupan spesies lain, ternyata dapat menjadi kunci untuk mengamati kehidupan di planet lain.

Komunitas peneliti bakteri Candidatus Desulforudis Audaxviator merupakan komunitas pertama yang melihat spesies baru dalam ekosistem tersebut. Para peneliti menemukan binatang kecil tersebut berada di perut bumi, di daratan tanah Mponeng di Afrika Selatan, dengan kedalaman mencapai 2.8 kilometer.

Dengan suhu 60 derajat celcius, binatang kecil tersebut melengkapi isolasi tersebut, dan tanpa penerangan cahaya dan oksigen. Menurut Dylan Chivian dari Laboratium Nasional Lawrence Berkeley, California, studi terhadap sample binatang kecil tersebut dilakukan untuk mengindentitaskan kehidupan organisme, agar dapat menemukan berbagai macam spesis.

Chivian menemukan bahwa 99 persen DNA dalam satu bakteri dapat dijadikan satu spesies baru.

Seperti dilansir dari AFP, Senin (13/10/2008), Chivian menambahkan bahwa analisa DNA membuktikan mikroba hanya mampu hidup di partikel tersebut dalam waktu tidak kurang dari 2 tahun saja.

Jika di planet lain terdapat binatang kecil yang dapat hidup serta berkembang dalam waktu tidak kurang dari 2 tahun. Bisa dipastikan, di atas sana ada kehidupan yang mungkin saja bisa didiami oleh manusia.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Susah Diet Karena Pengaruh Otak


NEW YORK - Sudah menjadi keinginan setiap orang agar badan yang dia miliki, selalu sehat dan memiliki berat badan ideal. Namun, tidak semua orang mampu mengontrol nafsu makannya, bahkan terkadang keinginan yang kuat tidak cukup mampu melawan nafsu makan yang berlebih.

Banyak orang yang selalu mengeluhkan mengapa dirinya tidak bisa menghentikan nafsu makannnya yang berlebih. Ini dikarenakan konsistensi makan secara berlebih seperti telah diatur oleh otak anda. Kemampuanlah yang membawa anda untuk dapat mengontrol nafsu makan tersebut.

"Bagi yang kelebihan nutrisi. Dua atau tiga bulan dapat melakukan diet gula yang ketat. Ini bisa membangunkan 'jalan kecil' dalam otak anda. Setelah itu seseorang bisa mengatur nafsu makannya," ujar Dongsheng Cai, Asisten Profesor Psikologi di University Wisconsin-Madison, seperti dikutip dari Live Science, Kamis (9/10/2008).

Hubungan erat antara otak dengan pengaruh diet seseorang, menjadi suatu studi penting untuk kelanjutan penelitian agar dapat menolong orang yang kelebihan berat badan namun kesulitan untuk mencapai berat yang ideal.

"Kami telah menemukan mengapa nafsu makan sulit untuk dimatikan," tambah Dongsheng Cai lagi.

Dijelaskan oleh Cai ?jalan kecil? yang dimaksud adalah jalan sel otak untuk mengirimkan dorongan dari origin mereka ke tempat tujuannya. Tetapi dalam kasus ini, normalnya ?jalan kecil? itu berguna untuk menggangu sinyal untuk memberitahu kepada otak untuk berhenti memakan sesuatu.

Jadi menurutnya, seseorang yang mempunyai kelebihan berat badan dapat memulai diet mereka dengan mengontrol pemakaian gula pada setiap makanan mereka.

Dari beberapa tes yang dilakukan menunjukan kabar yang menggembirakan, karena mungkin ?jalan kecil? yang berjalan dengan baik dapat menghentikan keinginan makan yang signifikan sehingga tubuh yang sehat dan berat badan yang ideal bisa dicapai dengan sempurna.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Jantung Sehat karena Makan Cokelat?



ITALIA - Sebentuk kecil cokelat murni dikabarkan bisa melindungi jantung dari peradangan dan penyakit jantungan lanjutan. Kabar baik bagi pencinta cokelat itu disampaikan melalui sebuah penelitian yang dilakukan beberapa peneliti Italia.

Namun kabar baik tersebut perlu ditelaah lebih lanjut, karena bila berlebihan mengonsumsi cokelat malah bukan manfaat yang didapat. Idealnya setiap hari konsumsi cokelat hanya sebanyak 6,7 gram atau sekitar 0,23 ons, berdasarkan hasil yang ditetapkan dari penelitian yang dilakukan Moli-sani Project, salah satu penelitian tentang kesehatan terbesar yang pernah ada di Eropa.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Nutrition ini dilakukan dengan membandingkan kedua jenis cokelat, yaitu cokelat susu dan cokelat murni dari merek Hershey.

Hubungan baik antara mengonsumsi cokelat murni atau dark chocolate dengan kesehatan manusia ditentukan dari kandungan protein dalam darah dan termasuk dalam 4.849 hal yang bagus untuk kesehatan dan bebas faktor-faktor risiko. Faktor risiko yang dimaksud seperti kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi.

"Penelitian dimulai dari hipotesa bahwa kadar antioksidan yang tinggi dalam biji kokoa seperti flavonoid dan jenis lain polifenol, kemungkinan berefek bagus untuk seseorang yang mengalami peradangan," papar pemimpin penelitian Romina di Giuseppe, seperti yang dikutip Live Science, Rabu (24/9/2008).

"Hasil dari penelitian ini meyakinkan bahwa mengonsumsi cokelat murni dengan kadar normal berefek signifikan mengurangi risiko peradangan dalam darah," tambahnya.

Hasil penelitian ini mendukung hasil sebelumnya yang sudah memberi lampu hijau untuk mengonsumsi cokelat, walaupun para dokter mewanti-wanti terhadap hal itu. Penelitian lain juga mengabarkan bahwa kombinasi pengonsumsian cokelat dan olahraga teratur dapat melawan berbagai penyebab kematian tak wajar.

Sebenarnya bukan cokelat itu yang membahayakan, namun bagaimana seseorang mengonsumsinya secara wajar dan tak berlebihan. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukakan tak ada garansi pasti untuk bisa panjang umur.

"Untuk mendapatkan efek baik dari cokelat adalah dengan mengonsumsinya tak lebih dari 6,7 gram per hari, dengan asumsi seseorang mengonsumsi sepotong kecil cokelat murni sebanyak dua atau tiga kali sepekan. Di luar batas ini, cokelat malah menjadi bumerang untuk tubuh," jelas Giuseppe.

Penelitian ini disambut baik pula oleh kepala Laboratory of Genetic and Environmental Epidemiology dari Catholic University of Campobasso yang juga bertanggung jawab dalam setiap penelitian yang dilakukan Moli-sani Project. Sebagai informasi, Moli-sani Project merupakan bagian dari Pfizer Foundation.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Radiasi Ponsel Tingkatkan Resiko Kanker Pada Anak-Anak


LONDON - Sejumlah peneliti Eropa kembali memperingatkan para orang tua agar lebih mengatur penggunaan ponsel pada anak-anak di bawah usia 16 tahun.

Penggunaan ponsel sebaiknya hanya digunakan pada saat yang darurat atau memang sangat dibutuhkan. Menurut peneliti asal Swedia, seperti dilansir Sidney Morning Herald, Selasa (31/9/2008), ponsel dapat meningkatkan lima kali lipat resiko kanker otak. Masa perkembangan otak anak sangat rentan dan sensitif terhadap radiasi. Laporan tersebut diungkapkan pada konferensi kesehatan internasional terkait ponsel, yang pertama kali diadakan di London.

Studi di Swedia membuktikan, radiasi ponsel akan meningkatkan Glioma, yang memicu kanker atau tumor di otak. Menurut Professor dari Universitas Hospital di Orebro, Swedia, Lennart Hardell, ukuran otak anak-anak sangat kecil dan lebih tipis dibandingkan orang dewasa. Radiasi ponsel akan lebih mudah merusak sel-sel yang terdapat dalam otak.

"Kita harus melakukan pencegahan sejak dini dengan membatasi diri menggunakan ponsel, para remaja sebaiknya menggunakan handsfree dalam berkomunikasi," katanya. Resiko kanker akibat ponsel disebabkan akibat frekuensi radio dan elektromagnetik ketika ponsel mendapat atau mengirim sinyal.

Kendati demikian, beberapa peneliti menyatakan, radiasi sinyal telepon memang berpengaruh dalam jangka waktu yang lama untuk benar-benar terinfeksi kanker.

Sementara itu, organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Australian Centre for Radiofrequency Bioeffects Research menyatakan, sejauh ini radiasi� ponsel aman bagi kesehatan dan tidak menyebabkan penyakit apapun.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Ponsel Dapat Pengaruhi Kualitas Sperma

CLEVELAND - Bagi pria yang senang berbicara melalui ponsel dengan headset dan menaruh ponsel di saku celana, sebaiknya mulai saat ini harus mengubah perilaku itu. Pasalnya frekuensi yang dihasilkan ponsel dapat mempengaruhi kualitas sperma.

Seperti dikutip CNN, Jumat (19/9/2008) para peneliti di Cleveland Clinic, Amerika serikat� mengeluarkan hasil penelitian yang menyatakan ponsel yang di taruh di saku celana dapat menurunkan kualitas sperma.


"Kami Percaya ponsel merupakan alat yang sangat berguna dan kami menganggap aman-aman saja, tetapi ternyata hal itu dapat berakibat buruk pada kualitas sperma," kata Director of the Center for Reproductive Medicine, Ashok Agarwal.

Agarwal yang juga ketua tim peneliti, mengambil sampel cairan semen 32 pria dan membawa ke laboratorium dengan tabung dan menaruh di tempat dengan kondisi dan temperature yang sama. Di ruangan tersebut kemudian diberikan frekuensi ponsel 850 MHz selama satu jam, dengan jarak sekitar 2,5 cm. jarak tersebut dianggap mewakili jarak antara ponsel di saku dengan testis. Hasilnya banyak sperma yang mengalami penurunan kualitas termasuk jangka waktu hidup sperma.

Namun, Agarwal mengatakan penelitian itu masih terbatas dan belum dapat dibuktikan tuingkat akurasinya. Sampel yang hanya berjumlah 32 belum dapat mewakili keseluruhan.

"Kemungkinan radiasi telepon seluler memang dapat mempengaruhi kualitas sperma, terlepas dari factor lain seperti peningkatan suhu di dalam testes masing-masing pria," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara CTIA-the Wireless Association, Joe Farren mengatakan,� hal itu harus dibuktikan lebih lanjut. Sejauh ini, ia belum melihat hubungan antara wireless dengan buruknya kesehatan.

"Kami sangat mendukung ilmu pengetahuan, sangat penting� untuk melihatnya lebih lanjut dan mendengarkan para ahli," katanya.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Pecahkan Kasus Tak Terpecahkan dengan Metode Sidik Jari Terbaru


LONDON - Sherlock Homes mungkin akan bangga dengan penemuan baru dari para ilmuwan Inggris ini. Baru-baru saja ditemukan teknik baru untuk memecahkan kasus kejahatan tak terpecahkan dengan menemukan sidik jari pelaku dari barang bukti yang sudah dibersihkan.

Metode terbaru ini sudah diuji coba pemerintah Inggris dan Amerika Serikat untuk membuka 3 kasus yang sudah dibekukan, termasuk kasus pembunuhan ganda di Amerika Serikat yang optimis bisa dipecahkan oleh pihak kepolisian di sana.


Metode sidik jari konvensional yang sudah berumur lebih dari 100 tahun itu didapat melalui sebuah reaksi kimia dari keringat pelaku yang tertinggal di barang bukti. Hal inilah yang bisa menjadi petunjuk bagi polisi untuk melakukan penyelidikan. Namun metode ini tidak bisa dipakai apabila pelaku membersihkan barang bukti dan tak ada keringat yang tertinggal.

"Dalam sebuah kasus, bukti-bukti yang ditemukan bisa mengarahkan proses penyelidikan langsung ke pelaku kejahatan. Namun tidak semua kasus bisa seperti itu. Oleh sebab itulah metode baru ini dikembangkan," terang peneliti dari University of Leicester dan konsultan kepolisian Northamptonshire di Inggris John Bond dalam keterangannya yang dikutip dari Reuters, Rabu (10/9/2008).

Dengan teknik baru ini polisi bisa mengecoh pelaku kejahatan yang mengira bisa aman dengan membersihkan senjata atau barang kejahatan yang digunakannya. Bahkan polisi bisa mendapatkan sidik jari penjahat tanpa keringat yang tertinggal. Mereka melapisi logam (metal) dari sebuah senjata atau bom dengan bubuk halus dan mengalirkan tegangan listrik tinggi yang membuat bubuk halus tersebut menempel ke area yang berkarat dan pada akhirnya menghasilkan sidik jari potensial untuk proses penyelidikan selanjutnya.

"Bubuk halus itu hanya akan menempel di area besi (metal) yang berkarat. Itu berarti hanya akan menempel di tempat sidik jari itu berada dan disitulah polisi akan menemukan apa yang mereka butuhkan," jelas Bond lagi beserta timnya.

Walaupun teknik baru yang sudah diterbitkan di Journal of Forensic Sciences and the Journal of Applied Physics ini hebat, tetap saja masih menyimpan kekurangan. Masalahnya adalah tidak semua orang mengeluarkan cukup asam dalam keringat mereka yang bisa membuat bahan besi (metal) berkarat yang mempermudah penemuan sidik jari.

Di luar kekurangannya, metode ini menjadi jalan keluar yang berarti bagi detektif Chrisropher King dari kepolisian Kingsland di Georgia.

"Awalnya Saya tidak mempercayai teknik ini, namun tenyata hasilnya mengejutkan dan sangat membantu," ujar King dalam sebuah pernyataannya.




ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email







Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Plastik Ramah Lingkungan dari Kelapa Sawit



MEDAN - Peneliti Universitas Sumatera Utara, Basuki Wirjosentono, mengenalkan plastik ramah berbahan hasil samping minyak sawit mentah. Plastik yang selama ini beredar di masyarkat masih memakai zat kimia yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Hasil samping sawit terbukti aman dari gangguan itu.

"Hasil samping ini sebagai pelunak plastik. Bahannya banyak terdapat di sekitar kita. Pemanfaatan hasil samping minyak sawit ini sekaligus bisa meningkatkan nilai jualnya," kata Basuki Wirjosentono di Kampus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Jumat (22/8).

Gliserol menjadi bahan pengganti dioktil ftalat atau dalam istilah kimia dikenal dengan DOP. Bahan ini bagus bereaksi dan murah harganya. Sayangnnya, zat kimia ini bersifat racun penyebab kanker pada manusia. DOP dan glicerol sama-sama bisa menjadi bahan pelunak plastik. Namun gliserol lebih aman bagi kesehatan dan tidak mengandung racun.

Dalam penelitiannya, Basuki mengubah gliserol menjadi poli gliserol agar zat ini menjadi lebih kental. Selanjutnya dia mengubahnya lagi menjadi poligliserol asetat agar senyawa ini bisa bercampur baik dengan plastik. Dia mulai melakukan penelitian ini lima tahun lalu.

Sementara ini hasil penelitiannya belum dimanfaatkan secara komersial. Di sejumlah forum internasional, Basuki sudah mengenalkannya. Produksi alat pelunak plastik ini masih dalam skala laboratorium dalam jumlah liter.
ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Layang-layang Sumber Listrik Potensial

Pontianak, SELASA - Siap menyangka layang-layang yang selama ini hanya sekadar pelampiasan hobi dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Para peneliti di Universitas Delft Belanda telah membuktikan bahwa sebuah layang-layang yang diterbangkan dapat menghasilkan listrik 10 kilowatt.

Dalam demonstrasi tersebut, pakar energi terbarukan Prof Wubbo Ockels menggunakan layang-layang yang memiliki luas permukaan 10 meter persegi. Untuk menghasilkan listrik di generator, ia memanfaatkan uluran tali saat layang-layang bergerak naik. Saat layang-layang sampai pada ketinggian maksimum, tali digulung kembali dan proses tersebut diulang dari awal.

Pada percobaan berikutnya, ia dan timnya akan menguji layang-layang bernama Laddermill yang dapat menghasilkan listrik 50 kilowatt. Target jangka panjang yang ingin dicapai adalah membangun jaringan layang-layang untuk membangkitkan listrik hingga 100 megawatt.

Potensi layang-layang untuk menghasilkan listrik juga pada kemampuannya melayang sangat tinggi. Pemasangan kincir pada layang-layang berpotensi menghasilkan daya putar lebih baik daripada kincir angin di darat. Untuk menyalurkannya menggunakan tali konduktor sebagai pengganti kabel.

Sebagai perbandingan pada ketinggian 80 meter, kecepatan angin rata-rata 5 meter per detik. Pada ketinggian 800 meter, kecepatan angin rata-rata 7 meter perdetik. Karena energi yang dikumpulkan sebanding dengan pangkat tiga dari nilai kecepatannya, kincir pada ketinggian 800 meter mampu membangkitkan energi lima kali lipat kincir yang sama pada ketinggian 80 meter. Membangun tiang kincir angin hingga setinggi 800 meter bisa dikatakan tak ekonomis. Namun, menerbangkan layang-layang pada ketinggian tersebut memungkinkan.

Beberapa ilmuwan sebelumnya telah mengeksplorasi pemanfaatan layang-layang untuk membangkitkan listrik. Pada 2007, Google juga menyalurkan dana filantrofinya kepada perusahaan layang-layang Makani di AS senilai 10 juta dollar AS. Sebuah perusahaan Italia bernama Kitagen juga tengah mengembangkan sistem jaringan layang-layang yang dikembangkan untuk membangkitkan listrik hingga hitungan gigawatt setara sebuah fasilitas pembangkit listrik komersial.

ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Minyak Sintetis dari Batu Bara


Keluar dari OPEC karena menjadi net importer minyak bumi, Indonesia mulai beralih pada batu bara, yang jumlahnya tergolong masih melimpah. Pemanfaatan batu bara itu tidak hanya dalam bentuk padat untuk membangkitkan pembangkit listrik tenaga uap, tetapi juga dicairkan menjadi minyak sintetis pengganti solar.

Pemanfaatan batu bara untuk otomotif sebenarnya telah dilakukan beberapa abad lalu pada lokomotif, yaitu sejak ditemukannya mesin uap. Namun, penggunaannya tidak berkembang karena bahan bakar ini menimbulkan polusi dan kurang praktis.

Sementara itu, penggunaan minyak bumi lebih menjanjikan dan prospektif kala itu. Namun, dengan melonjaknya harga minyak bumi belakangan ini, penggunaan batu bara mulai ditengok lagi.

Potensi cadangan batu bara di Indonesia disebut-sebut mencapai 36,3 miliar ton, tetapi sebagian besar, yaitu 85,2 persen, berkualitas rendah, disebut juga batu bara lignit. Sayangnya, batu bara yang bernilai kalor rendah ini tidak ekonomis pengangkutannya. Karena itu, dipikirkan untuk memanfaatkannya di mulut tambang sebagai pembangkit atau dicairkan di lokasi tambang.

Dengan teknik pencairan tersebut, batu bara mudah digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor dan dapat menekan polusi.

"Pencairan batu bara merupakan upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis batu bara rendah sehingga dapat dipasarkan secara komersial sebagai minyak sintetis," jelas Martin Djamin, staf ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi Bidang Energi Alternatif dan Terbarukan dalam Seminar "Rusnas Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan", Senin (11/8) di Jakarta.

Pencairan batu bara merupakan salah satu upaya men- capai sasaran energi mix nasional tahun 2025 untuk menjamin tersediaan energi untuk kepentingan nasional. Pada tahun itu, sebesar 2 persen kebutuhan energi disuplai oleh batu bara cair.

ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Ludah Manusia Dapat Menyembuhkan Luka

WASHINGTON, Kamis- Siapa menyangka kebiasaan orang desa di masa lalu yang menjilati kulit yang sakit ternyata bermanfaat. Baru-baru ini, para peneliti Belanda telah mengidentifikasi satu zat dalam air ludah manusia yang mempercepat penyembuhan luka.

Tim peneliti tersebut menemukan bahwa histatin, protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya membunuh bakteri, juga bertanggung jawab atas penyembuhan luka. Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) edisi teranyar.

Penelitian itu menjanjikan harapan kepada orang yang menderita luka kronis yang berhubungan dengan diabetes dan gangguan lain, serta luka traumatis dan luka bakar. Selain itu, karena mungkin dapat diproduksi secara massal, zat tersebut memiliki potensi seperti krim antibiotik dan alkohol gosok.

"Kami berharap temuan kami pada akhirnya bermanfaat buat orang yang menderita luka yang tak kunjung sembuh, seperti borok di kaki dan luka akibat diabetes, serta bagi perawatan luka mengakibatkan trauma seperti luka bakar," kata Menno Oudhoff, penulis pertama laporan tersebut, seperti dikutip Xinhua.

"Studi ini bukan hanya menjawab pertanyaan biologi mengenai mengapa hewan menjilati luka mereka," kata Gerald Weissmann, Pemimpin Redaksi FASEB Journal. Penelitian tersebut juga menjelaskan mengapa luka di mulut, seperti luka setelah pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan luka pada kulit dan tulang.


ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

 

Hujan Kali Ini

View blog reactions Your Site Title There are currently : visitors online. Powered by Online Count.

Senandung Kala Hujan

Free Devil ani MySpace Cursors at www.totallyfreecursors.com