BELGIA - Masyarakat Eropa mengagumi sebuah bunga berukuran besar. Meskipun memiliki bau yang menyengat namun ukurannya yang mirip penis membuat pengunjung cukup tertarik.Oleh karena itu, tidak heran jika pengunjung Taman Botani Nasional Belgia berkerumun di sekeliling lokasi Bunga Bangkai tersebut. Bahkan nama latin bunga bangkai yang disebut Armophophalus Titanum, secara harfiah diartikan oleh masyarakat Belgia sebagai "Penis Besar Aneh yang Runcing".
"Bunga itu hanya akan bertahan selama 72 jam. Waktunya sangat sempit untuk bisa menikmati bunga aneh tersebut. Oleh karena itu tidak heran jika dia menjadi bintang di kebun raya ini," ujar kepala edukasi taman nasional Gert Ausloos, seperti dikutip melalui Reuters, Minggu (10/8/2008).
Baunya yang cukup menyengat tidak hanya menarik perhatian para pengunjung tapi juga serangga-serangga yang berniat menyerbuki tanaman berukuran 1,6 meter tersebut. Awalnya, pengunjung mengira bau tersebut berasal dari tempat sampah karena baunya yang mirip dengan daging busuk, ikan busuk atau keju basi.
Bunga Bangkai sendiri ditemukan pertama kali pada tahun 1878 di Sumatera Barat, Indonesia. Kemudian pada tahun 1889 pihak kebun raya milik kerajaan di London menanamnya di lokasi tersebut.
Karena tampilannya yang mirip penis, para wanita di sekitar wilayah tersebut tidak diperbolehkan untuk melihatnya.
ENGLISH VERSION
Berlangganan Berita:

0 komentar:
Posting Komentar