Pemerintah China siap mengembangkan produk pertanian hasil rekayasa genetika (GMO) untuk memenuhi kebutuhan pangan 1,3 miliar rakyatnya.
Dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Wen Jiabao, para pejabat Beijing menyatakan, langkah tersebut merupakan cara yang paling tepat untuk mencegah rawan pangan.
"Semua pihak harus sepenuhnya memahami bahwa strategi tersebut harus segera dilaksanakan. Kita tidak boleh membuang-buang waktu," tulis Dewan Negara China dalam situs resminya tanpa menyebut jenis produk pertanian yang akan dikembangkan melalui GMO.
Lembaga ini juga mengungkapkan, China akan meningkatkan produksi jagung dan beras hingga mencapai 500 juta ton pada 2010 dan 540 juta ton pada 2020. Sejumlah analis mengatakan, produk yang akan dikembangkan melalui GMO kemungkinan adalah padi dan jagung.
Kepala Analis di Konsultan Orientasi Agribisnis Beijing Huang Dejun mengatakan, kebijakan GMO sangat tepat untuk negara dengan jumlah rakyat yang sangat besar. Selama ini China hanya mengembangkan produk pertanian berbasis GMO pada kapas dan sayur-sayuran.
GMO sendiri masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Sebagian meyakini produk pertanian berbasis GMO membahayakan manusia. Meski hal ini belum sepenuhnya terbukti, para ilmuwan percaya produk GMO dapat mengubah susunan gen manusia, cepat atau lambat.
China Siap Kembangkan Produk Rekayasa Genetika
Diposting oleh DWI PRATAMA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar