
WASHINGTON, SELASA - Setelah lebih dari 17 tahun mempelajari Matahari, upaya bersama badan antariksa AS dan Eropa berakhir Selasa (1/7). Misi wahana bernama Ulysses ini berlangsung lebih lama ketimbang prediksi umur yang ditetapkan sejak diluncurkan.
Namun, usianya akhirnya uzur juga terutama melemahnya kemampuan tenaga penggerak yang dibawa wahana tersebut. Akhirnya Badan Antariksa Eropa (ESA) Badan Antariksa dan Aeronautika AS (NASA) sepakat untuk mengakhiri proyek tersebut.
Ulysses dirancang untuk mengkaji angin matahari dan nebgubgkaop faktor-faktor penyebabnya yang begitu kompleks. Salah satunya mepelajari partikel-partikel yang dipancarkan Matahari ke seluruh bagian tata surya. Ulysses telah memberikan banyak informasi mengenai gambaran di kawasan kutub Matahari, debu antariksa di tata surya, serta Planet Jupiter yang menjadi objek transitnya.
"Selama rentang hidupnya yang panjang, Ulysses merumuskan kembali pengetahuan kita atas heliosfir dan memberikan jawaban tentang lingkungan di tata surya kita yang tak kita ketahui," kata ilmuwan NASA, Ed Smith, dalam pernyataannya.
Ulysses diluncurkan dengan pesawat ulang-alik Discovery pada Oktober 1990 dan didorong ke Jupiter. Wahana tersebut memanfaatkan gaya gravitasi Jupiter untuk melenting ke posisi orbit yang diinginkan di sekitar Matahari. Pesawat itu memiliki kecepatan 56.000 kilometer per jam dan telah menempuh perjalanan sejauh 8,6 miliar kilometer sepanjang misinya.
AS-Eropa Akhiri Misi Ulysses, Wahana Pengamat Matahari
Diposting oleh DWI PRATAMA
Label: ASTRONOMI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar