
WASHINGTON,Sebuah satelit yang akan dipakai untuk memantau gelombang laut di seluruh dunia sukses diluncurkan dari Pangkalan AU Vandenberg, Califonia, AS. Satelit yang diberi nama Ocean Surface Topography Mission-Jason 2 itu diluncurkan dengan roket Delta 2 buatan AS.
Jason 2 dilengkapi radar altimeter yang akan mengukur perubahan tinggi gelombang lautan akibat perubahan suhu secara dinamis dengan tingkat akurasi hingga di bawah 4 centimeter. Ia mampu melaporkan peta topografi dari 95 persen wilayah lautan setiap 10 hari sekali.
Data-data tersebut akan dipakai untuk memantau pengaruh perubahan iklim terhadap kenaikan muka air laut serta meningkatkan kualitas perkiraan cuaca, iklim, dan prediksi badai.
"Laut menyimpan memori jangka panjang sistem iklim, perubahannya dari waktu ke waktu juga menggambarkan perubahan iklim," ujar Mikael Rattenberg, direktur operasi Eumetsat. Menurutnya, pemahaman yang lebih baik mengenai laut dibutuhkan untuk mempelajari iklim dan dinamika atmosfer dari bulan ke bulan, tahun ke tahun, dan dekade ke dekade berikutnya.
Pengamatan gelombang laut telah dilakukan sejak tahun 1992 menggunakan satelit bernama TOPEX/Poseidon. Program tersebut dilanjutkan dengan satelit Jason 1 yang diluncurkan tahun 2001 dan masih bekerja sampai sekarang. Selanjutnya, Jason 2 akan bekerja sama dengan Jason 1 untuk memantau seluruh wilayah laut di dunia.
Jason 2 merupakan hasil kerja sama antara badan antariksa AS, NASA dan Perancis (CNES) serta lembaga pengamat cuaca kedua negara, NOAA dan Eumetsat. Satelit tersebut dibangun raksasa industri antariksa Eropa, Thales Alenia Space.
Diluncurkan Satelit Pemantau Gelombang Laut
Diposting oleh DWI PRATAMA
Label: ASTRONOMI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar