SAN FRANSISCO, MINGGU - Tanah pertama yang disendok oleh wahana robot Phoenix Mars Lander dari permukaan planet Mars sepertinya belum bisa dianalisa oleh sistem mesin wahana karena terlalu menggumpal.Menurut laporan NASA, Minggu (8/6), lengan robotik wahana berhasil mengambil semangkuk kecil contoh tanah Mars hari Jumat lalu, kemudian meletakkannya di alat analisa yang disebut TEGA, Thermal and Evolved-Gas Analyzer.
TEGA memiliki semacam saringan untuk mencegah masuknya partikel besar yang bisa menyumbat alat. Hanya partikel yang berukuran 1 mm atau lebih kecil yang bisa melewatinya. Kemudian ada sinar inframerah yang akan memastikan apakah partikel sudah masuk ke instrumen.
Namun sampai saat ini, sinar inframerah itu belum menunjukkan adanya aktivitas dan para peneliti belum tahu sebabnya, demikian pernyataan NASA. Mereka hanya menduga tanah yang disendok itu menggumpal terlalu kuat.
"Nantinya kami akan mempersiapkan tanah contoh dengan meremukkannya di permukaan planet, lalu memasukkannya setelah tidak menggumpal," ujar Ray Arvidson, ketua peneliti misi pendaratan ke Mars.
Para insinyur juga sedang mencari cara untuk memasukkan contoh tanah ke oven TEGA, untuk dipanaskan dan dianalisa. Phoenix juga akan mengumpulkan contoh tanah lain, mempelajarinya dan mencampurnya dengan air untuk mengetahui komposisinya, kata sara Hammond, juru bicara program.
Phoenix adalah wahana pendarat seharga 420 juta dollar AS yang dikirimkan untuk meneliti keberadaan air beku di bawah permukaan Mars. Wahana tersebut sudah menempuh perjalanan selama 10 bulan dan mendarat di Mars 12 hari lalu. Ia dikirim setelah wahana Mars Odyssey mendeteksi adanya air beku di bawah permukaan Mars tahun 2002.
