NORTHWESTERN - Kesenjangan gender ternyata berpengaruh terhadap kemampuan matematika antara anak laki-laki dan perempuan. Padahal, jika diberi kesempatan yang sama, anak perempuan bisa lebih jago dibandingkan anak laki-laki.
Hal itu merupakan hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science. Penelitian itu dipimpin Prof Paola Sapienza dari Universitas Northwestern di Amerika Serikat.
Dalam penelitiannya itu, Sapienza menyelidiki apakah ada kesenjangan gender dalam pembelajaran ilmu berhitung. Penelitian juga menyelidiki apakah ada perbedaan kualitas antara kecerdasan alamiah dengan kecerdasan berdasarkan pengajaran.
"Yang dinamakan kesenjangan gender dalam keterampilan matematika itu berkorelasi dengan faktor lingkungan," kata Sapienza, seperti dikutip The Guardian, Senin (2/6/2008). "Kesenjangan ini tidak terjadi di negara-negara di mana perempuan dan laki-laki memiliki akses kepada sumber daya dan kesempatan yang sama," paparnya.
Para peneliti menganalisa data lebih dari 276.000 anak di 40 negara yang mengikuti Programme for International Student Assessment (Pisa) yang digelar Economic Cooperation and Development Programme. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kemampuan matematika, membaca, ilmu pengetahuan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Berdasarkan penelitian itu diketahui, secara umum anak laki-laki lebih unggul dalam matematika. Namun dalam masyarakat yang menyejajarkan antara laki-laki dan perempuan seperti di Iceland, Swedia, dan Norwegia, poin yang diperoleh anak perempuan sama baiknya dengan anak laki-laki, bahkan lebih baik.
