PUTIN mengimbau Rusia agar mempercepat pembangunan cosmodrome Vostochny dan roket Angara. Aset tersebut dinilai meningkatkan daya saing Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan agar badan antariksa Rusia Roskosmos meningkatkan program-program antariksa dan Pemerintah Rusia mempercepat pengucuran dana. Putin menyatakan, Rusia harus meninggalkan infrastruktur era Uni Soviet dan bangkit untuk memimpin eksplorasi antariksa.
"Saat ini kita memiliki peluang nyata untuk meninggalkan ?modal antariksa' Soviet dan menjalankan proyek-proyek antariksa baru yang ambisius," tandas Putin dalam konferensi Dewan Keamanan Rusia. Putin menyampaikan pernyataan tersebut menjelang perayaan Hari Kosmonot.
Perayaan itu diselenggarakan untuk memperingati kejayaan Soviet dalam mengeksplorasi angkasa luar. Pada 1961, pilot militer Soviet Yuri Gagarin menjadi pahlawan nasional setelah berhasil terbang selama 108 menit di angkasa luar. Keberhasilan Soviet tersebut tentu saja mempermalukan musuh terbesarnya dalam Perang Dingin pada saat itu, yakni Amerika Serikat (AS).
Di samping itu, Soviet juga berhasil menjadi negara pertama yang meluncurkan satelit ke angkasa luar. Lebih dari itu, Soviet juga memiliki kosmonot wanita pertama dan kosmonot Soviet mampu melakukan spacewalk (berjalan di angkasa luar) pertama kali. Setelah Soviet runtuh, Rusia mewarisi sebagian besar aset antariksa Soviet. Namun, kelesuan perekonomian Rusia membuat Roskosmos kekurangan dana.
Karena itu, Roskosmos bahkan harus rela berubah menjadi "biro perjalanan wisata" yang bertugas mengantarkan wisatawan-wisatawan superkaya ke angkasa luar. Kini, kondisi perekonomian Rusia rupanya sudah membaik. Karena itu, Putin menyerukan agar pemerintah Rusia mempercepat pengucuran anggaran pembiayaan misi antariksa kepada Roskosmos.
Fokus Rusia saat ini adalah membangun pusat peluncuran roket angkasa luar (cosmodrome) yang baru. Rusia kini belum memiliki cosmodrome yang memadai untuk peluncuran roket-roket besar. Karena itu, Rusia harus menyewa cosmodrome Baikonur dari Kazakhstan. Baikonur adalah cosmodrome bekas Soviet. Kazakhstan mewarisinya setelah Soviet runtuh.
"Rusia akan lebih bebas mengakses angkasa luar ketika memiliki cosmodrome sendiri. Artinya, kami akan mampu meluncurkan misi apa pun dari tanah kami sendiri. Mulai satelit otomatis, hingga penerbangan berawak, dan stasiun angkasa luar antarplanet," tutur Putin. Cosmodrome baru yang dipersiapkan Rusia berada di wilayah Rusia bagian timur, yakni di wilayah Amur, dekat perbatasan dengan China.
Cosmodrome tersebut diberi nama Vostochny dan diperkirakan selesai dibangun pada 2015. Kepala badan antariksa Rusia Roskosmos Anatoly Perminov menyatakan, Vostochny akan siap beroperasi penuh pada 2020.
"Pada 2020, seluruh program antariksa berawak Rusia akan ditransfer ke Vostochny. Rusia saat ini juga sedang mempersiapkan pembangunan pesawat dan roket antariksa baru untuk menggantikan roket-roket lama yang sudah usang," ujar Perminov. Roket terbesar yang sedang dibangun Rusia adalah Angara. Roket tersebut diharapkan mampu mengangkut kargo berbobot hingga 24,5 ton dari Bumi ke orbit.
Putin menyatakan, roket Angara akan mampu meningkatkan daya saing industri antariksa Rusia. Pesaing utama Rusia dalam kompetisi eksplorasi angkasa luar tentu saja AS. Badan antariksa AS NASA pun sudah sejak lama mengendus tanda-tanda kebangkitan industri angkasa luar Rusia. Karena itu, NASA pun mempersiapkan roket-roket baru untuk menggantikan armada pesawat ulang-aliknya yang sudah usang.
Roket-roket baru yang sedang dipersiapkan NASA adalah roket pengangkut astronot Ares dan roket pengangkut kargo Orion. Namun, roket-roket baru itu rupanya terancam mati sebelum lahir. Sebab, Kantor Akuntabilitas Pemerintahan AS (GAO) rupanya enggan mendukung pembiayaan program NASA itu. GAO menilai, NASA sudah menghabiskan dana terlalu besar untuk program-program antariksanya. GAO juga menilai, NASA tidak mampu membangun teknologi yang efisien.�
Rusia Bertekad Bangkit
Diposting oleh DWI PRATAMA
