PETUGAS kebun binatang National Zoo di Washington DC, Amerika Serikat (AS), terkejut. Seekor gorila jantan bernama Kuja yang sedang asyik bermain tiba-tiba tumbang.
Kuja pun dilarikan ke rumah sakit. Di sana, Kuja diketahui mengidap penyakit jantung. Tim dokter kemudian berniat menanam alat pacu jantung paada tubuh Kuja. Namun, niat tersebut tidak terlaksana. Kuja tewas di meja operasi. Kuja menutup mata untuk selama-lamanya pada usia 23 tahun. Ini bukan insiden pertama kera tewas akibat serangan jantung.
Kera-kera yang tewas lebih dulu daripada Kuja antara lain Mopie. Gorila tersebut tewas pada usia 34 tahun akibat kegagalan jantung. Tim dokter hewan National Zoo menduga, kera-kera tersebut mengidap penyakit jantung akibat pola hidup tidak sehat.
Meski gorila-gorila itu sesungguhnya sangat aktif bergerak, mereka kelebihan berat badan karena nutrisi yang mereka serap tidak seimbang. Gorila-gorila yang kelebihan berat badan rata-rata mengalami gangguan jantung pada usia 20-an tahun atau 30-an tahun.
Kematian gorila di National Zoo sangat disayangkan. Sebab, spesies-spesies tersebut sangat langka. Gorila di alam bebas diperkirakan akan punah pada 2050. "Peristiwa kematian gorila-gorila itu memberikan peringatan kepada kita agar memberlakukan pola hidup sehat kepada para binatang di kebun binatang," tandas Vice President Veterinary Services Chicago Zoological Society Tom Meehan.
Dalam hal perawatan binatang, Washington rupanya kalah dibanding Chicago. Kebun Binatang Brookfield, Chicago, saat ini sudah memberlakukan diet kepada binatang-binatang yang ada di sana agar tidak terserang obesitas (kelebihan berat badan).
Diet ketat juga diperlakukan terhadap binatang-binatang di Kebun Binatang Indianapolis. Pengelola kebun binatang tersebut masih memberikan makanan-makanan manis kepada binatang-binatang yang ada di sana, namun makanan-makanan manis itu bebas gula.
Kera Juga Terancam Serangan Jantung
Diposting oleh DWI PRATAMA
