PERUSAHAAN antariksa Prancis Arianespace SA kemarin sukses meluncurkan roket Ariane 5. Peluncuran ini istimewa karena Ariane 5 harus mengangkut dua satelit sekaligus, yakni satelit milik Brasil dan Vietnam."Kesuksesan peluncuran ini bukan kebetulan. Ini adalah hasil strategi kami untuk meluncurkan misi berbeban ganda dengan satu roket pada saat yang sama," ujar Chairman & Chief Executive Officer Arianespace SA Jean- Yves Le Gall. Operator satelit bisa menikmati biaya peluncuran satelit lebih murah apabila mampu memanfaatkan sebuah roket untuk meluncurkan lebih dari satu satelit sekaligus. Layaknya penumpang yang membayar lebih murah ketika menggunakan sarana transportasi massal.Namun demikian, peluncuran lebih dari satu satelit bukan proses sederhana. Sebab, satelit memiliki bobot tidak ringan dan harus menempati titik orbit berbeda agar tidak bertabrakan dengan satelit lain. Untuk mengangkut lebih dari satu satelit, sebuah roket harus memiliki tenaga dorong sangat besar dan konstruksi bertingkat-tingkat agar mampu melepas sejumlah satelit pada ketinggian berbeda-beda.Dua satelit yang diangkut Ariane 5 adalah Star One C2 milik Brazil dan VINASAT-1 milik Vietnam. Satelit Star One C2 memiliki bobot 4,1 ton dan VINASAT-1 memiliki bobot 2,6 ton. Star One C2 diletakkan pada kompartemen paling depan Ariane 5. Adapun VINASAT-1 diletakkan pada kompartemen di belakang ruang yang ditempati Star One C2.Kompartemen depan digunakan untuk satelit yang dilepas pertama dan kompartemen di belakangnya digunakan untuk satelit yang dilepas berikutnya. Arianespace mengungkapkan, Star One C2 dilepas ke orbit pada waktu 26 menit setelah Ariane 5 tinggal landas. SedangkanVINASAT- 1 dilepas ke orbit pada waktu 31 menit setelah Ariane 5 tinggal landas, atau lima menit setelah Star One C2 dilepas.Star One C2 adalah satelit untuk komunikasi internet berkecepatan tinggi (broadband). Sedangkan VINASAT- 1 adalah satelit transmisi radio, televisi, dan telepon. Star One C2 dibangun Thales Alenia Space dan VINASAT-1 dibangun Lockheed Martin Commercial Space Systems (LMCSS). Peluncuran roket Ariane 5 dilakukan di pusat peluncuran roket Eropa di wilayah Kourou, arah timur laut lepas pantai Amerika Selatan.Arianespace adalah perusahaan peluncur roket yang 30 persen sahamnya dimiliki raksasa teknologi antariksa European Aeronautic Defence and Space Company (EADS). Arianespace pertama kali meluncurkan roket pada Desember 1979, yakni roket Ariane 1. Namun pada Mei 1986, Arianespace gagal meluncurkan roket Ariane 2.Roket pengganti Ariane 1 itu baru berhasil diluncurkan pada November 1987.Arianespace juga menjumpai kegagalan ketika meluncurkan perdana roket Ariane 5 pada Juni 1996. Arianespace memerlukan waktu lebih dari satu tahun untuk memperbaiki Ariane 5. Roket andalan Arianespace tersebut baru berhasil menjalani peluncuran perdana pada Oktober 1997. "Kesuksesan Ariane 5 dalam meluncurkan satelit Brazil dan Vietnam semakin memperkuat posisi Arianespace sebagai perusahaan jasa peluncuran satelit terbesar di dunia," tandas Gall.Untuk melayani para pelanggannya, Arianespace tidak selalu menggunakan roket Ariane 5. Sebab, Arianespace juga bekerja sama dengan Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan untuk meluncurkan satelit berbobot menengah dengan roket Rusia Soyuz. Arianespace juga bekerja sama dengan badan antariksa Italia ASI dan badan antariksa Eropa ESA. Dalam kerja sama itu, Arianespace menyewa roket Vega untuk mengangkut satelit berbobot lebih ringan. Ariane 5 Angkut Dua Satelit
PERUSAHAAN antariksa Prancis Arianespace SA kemarin sukses meluncurkan roket Ariane 5. Peluncuran ini istimewa karena Ariane 5 harus mengangkut dua satelit sekaligus, yakni satelit milik Brasil dan Vietnam."Kesuksesan peluncuran ini bukan kebetulan. Ini adalah hasil strategi kami untuk meluncurkan misi berbeban ganda dengan satu roket pada saat yang sama," ujar Chairman & Chief Executive Officer Arianespace SA Jean- Yves Le Gall. Operator satelit bisa menikmati biaya peluncuran satelit lebih murah apabila mampu memanfaatkan sebuah roket untuk meluncurkan lebih dari satu satelit sekaligus. Layaknya penumpang yang membayar lebih murah ketika menggunakan sarana transportasi massal.Namun demikian, peluncuran lebih dari satu satelit bukan proses sederhana. Sebab, satelit memiliki bobot tidak ringan dan harus menempati titik orbit berbeda agar tidak bertabrakan dengan satelit lain. Untuk mengangkut lebih dari satu satelit, sebuah roket harus memiliki tenaga dorong sangat besar dan konstruksi bertingkat-tingkat agar mampu melepas sejumlah satelit pada ketinggian berbeda-beda.Dua satelit yang diangkut Ariane 5 adalah Star One C2 milik Brazil dan VINASAT-1 milik Vietnam. Satelit Star One C2 memiliki bobot 4,1 ton dan VINASAT-1 memiliki bobot 2,6 ton. Star One C2 diletakkan pada kompartemen paling depan Ariane 5. Adapun VINASAT-1 diletakkan pada kompartemen di belakang ruang yang ditempati Star One C2.Kompartemen depan digunakan untuk satelit yang dilepas pertama dan kompartemen di belakangnya digunakan untuk satelit yang dilepas berikutnya. Arianespace mengungkapkan, Star One C2 dilepas ke orbit pada waktu 26 menit setelah Ariane 5 tinggal landas. SedangkanVINASAT- 1 dilepas ke orbit pada waktu 31 menit setelah Ariane 5 tinggal landas, atau lima menit setelah Star One C2 dilepas.Star One C2 adalah satelit untuk komunikasi internet berkecepatan tinggi (broadband). Sedangkan VINASAT- 1 adalah satelit transmisi radio, televisi, dan telepon. Star One C2 dibangun Thales Alenia Space dan VINASAT-1 dibangun Lockheed Martin Commercial Space Systems (LMCSS). Peluncuran roket Ariane 5 dilakukan di pusat peluncuran roket Eropa di wilayah Kourou, arah timur laut lepas pantai Amerika Selatan.Arianespace adalah perusahaan peluncur roket yang 30 persen sahamnya dimiliki raksasa teknologi antariksa European Aeronautic Defence and Space Company (EADS). Arianespace pertama kali meluncurkan roket pada Desember 1979, yakni roket Ariane 1. Namun pada Mei 1986, Arianespace gagal meluncurkan roket Ariane 2.Roket pengganti Ariane 1 itu baru berhasil diluncurkan pada November 1987.Arianespace juga menjumpai kegagalan ketika meluncurkan perdana roket Ariane 5 pada Juni 1996. Arianespace memerlukan waktu lebih dari satu tahun untuk memperbaiki Ariane 5. Roket andalan Arianespace tersebut baru berhasil menjalani peluncuran perdana pada Oktober 1997. "Kesuksesan Ariane 5 dalam meluncurkan satelit Brazil dan Vietnam semakin memperkuat posisi Arianespace sebagai perusahaan jasa peluncuran satelit terbesar di dunia," tandas Gall.Untuk melayani para pelanggannya, Arianespace tidak selalu menggunakan roket Ariane 5. Sebab, Arianespace juga bekerja sama dengan Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan untuk meluncurkan satelit berbobot menengah dengan roket Rusia Soyuz. Arianespace juga bekerja sama dengan badan antariksa Italia ASI dan badan antariksa Eropa ESA. Dalam kerja sama itu, Arianespace menyewa roket Vega untuk mengangkut satelit berbobot lebih ringan. Diposting oleh DWI PRATAMA
