TOKYO - Di salah satu laboratorium universitas di Tokyo, Universitas Meiji, para mahasiswa teknik tengah sibuk memasang kawat elastis untuk mensimulasikan enam ekspresi manusia pada robot: marah, sedih, senang, terkejut, dan muak. Menyangkut ekspresinya, robot tersebut cukup sensitif untuk merespons sesuatu hal dengan identifikasi suara, seperti misalnya ia akan berekspresi muak atau takut ketika mendengar kata "perang", dan tersenyum dengan warna bibir merah merona saat mendengar kata "cinta.""Untuk bisa hidup di masyarakat, robot harus tahu tugas-tugas sosialnya yang kompleks," ungkap project leader of Meiji University Junichi Takeno. "Robot perlu bekerja dengan emosi, untuk mengerti, bahkan merasakan apa yang dirasakan manusia," imbuhnya.Sudah ada beberapa robot yang tercipta di pabrik Jepang, seperti robot pembuat Sushi, robot petani yang menanam dan merawat padi, robot resepsionis, robot pembersih koridor kantor, robot penyedia teh, hingga robot kecil generasi pertama yang pernah booming di pertengahan 1990-an, Tamagochi. Umumnya, robot yang diciptakan adalah untuk membantu pekerjaan rumah tangga.Di Jepang, revolusi robot sangat penting. Dengan populasi orang tua yang besar, negara tersebut seolah-olah tidak berhenti menciptakan robot untuk memanjakan dan melayani para orang tua. "Dengan adanya ekspresi, robot-robot tersebut diharapkan semakin hidup dan sadar dengan tugas-tugas sosialnya itu," ujar Junichi.Pemerintah Jepang mengestimasi gelombang industri robot ini akan bertumbuh pesat dari USD5,2 miliar pada 2006 menuju USD26 miliar di 2010 dan mendekati USD70 miliar pada 2025.
Jepang Ciptakan Robot dengan 6 Ekspresi
Diposting oleh DWI PRATAMA
