TIM ilmuwan Marine Biological Laboratory Amerika Serikat (AS), sedang melatih ikan untuk merespons suara. Penelitian ini diharapkan mampu mendorong penciptaan alat yang mampu memanggil ikan-ikan laut dan ikan air tawar.
"Ini memang terdengar konyol. Namun, kami yakin hal ini bisa dilakukan," ujar ketua tim peneliti, Simon Miner, yang mendapatkan bantuan dana penelitian sebesar USD270.000 (sekira Rp2,5 miliar) dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), AS. Miner menjelaskan, penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi peternakan ikan.
Peternak tidak perlu membangun jaring-jaring penangkaran ikan di laut atau danau karena ikan bisa dilepas berenang bebas di air. Peternak dapat menggunakan alat itu untuk memanggil ikan ketika tiba waktu memberi makan. Alat yang sama dapat digunakan untuk memanggil ikan ketika tiba masa panen. Alat pemanggil dapat dimasukkan ke dalam jaring sehingga ikan yang dipanggil bisa langsung masuk ke dalam jaring peternak.
Miner berpendapat, sistematika semacam itu mampu memangkas signifikan biaya peternakan ikan karena peternak tidak perlu membangun tempat pembiakan. Peternak juga mampu menuai pendapatan lebih besar karena jumlah ikan yang hilang, karena lepas, dapat dikurangi.
Miner menegaskan, peningkatan efisiensi peternakan ikan merupakan hal yang penting karena ikan merupakan salah satu santapan utama manusia. Namun demikian, Miner dan rekan-rekan mengakui, mereka tidak akan mudah meyakinkan para peternak ikan untuk menggunakan sistematika tersebut. "Seberapa banyak ikan yang akan kembali? Seberapa banyak pula ikan yang hilang karena dimangsa predator? Itu merupakan tantangan kami untuk memberikan jawaban yang meyakinkan bagi para peternak," tutur Presiden National Aquaculture Association,AS, Randy MacMillan.
Namun, NOAA yakin peternakan ikan dengan sistem terbuka (tanpa jaring) tersebut akan dapat dilakukan. Karena itu, NOAA bersedia memberikan dana bantuan penelitian besar-besaran,termasuk kepada Marine Biological Laboratory.
"Tujuan kami yang utama adalah mendorong penciptaan inovasi yang mampu membuat perbedaan bagi komunitas- komunitas pesisir serta lingkungan hidup. Sehingga manusia dan alam bisa hidup berdampingan secara saling menguntungkan," ungkap Manager Aquaculture NOAA Michael Rubino.
Di Jepang, para ilmuwan bahkan sudah berhasil menggunakan suara untuk mengumpulkan ikan-ikan yang baru menetas di wilayah tertentu. Selanjutnya, anak-anak ikan itu dikumpulkan secara manual dengan jaring. Namun, Marine Biological Laboratory menjadi institusi pertama yang mencoba memanggil pulang ikan-ikan yang sudah dilepas di laut.
Tim peneliti pada saat ini menggunakan alat yang mampu memancarkan gelombang suara hingga jarak100 meter ke segala arah di dalam air.
Ikan Dilatih Merespons Suara
Diposting oleh DWI PRATAMA
