NEW YORK - Rusia menuduh Amerika mengadakan uji coba senjata penembak satelit untuk mengantisipasi maraknya satelit mata-mata yang bermunculan. Amerika membantah.Pihak Amerika telah menghancurkan sebuah satelit miliknya sendiri hanya dengan satu tembakan peluru kendali karena diduga satelit tersebut telah kehilangan tenaga dan putus komunikasi sejak diluncurkan tahun2006 lalu. Satelit ini dikabarkan telah kehilangan kendali dan akan jatuh menimpa bumi.Mereka beralasan bahwa penembakan tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi jatuhnya satelit ke bumi. Pasalnya Amerika mengklaim bahwa satelit yang rusak tersebut dipenuhi dengan 454 kilogram cairan hydrazine. "Hydrazine di dalam satelit tersebut akan berubah menjadi gas toxic jika berhasil jatuh ke bumi," ujar juru bicara Pentagon seperti dikutip BBC News, Senin (18/2/2008).Namun sayangnya pihak Rusia menanggapi hal ini dengan kesimpulan yang lain. Menurut pihak Rusia penghancuran satelit ini merupakan bentuk spekulasi Amerika untuk melakukan uji coba senjata penghancur satelit mata-mata milik negara lain yang dinilai mencurigakan."Banyak negara yang memiliki pesawat luar angkasa dan satelit yang rusak di atas sana, bahkan ada beberapa yang pernah menghantam bumi. Kebanyakan satelit mereka pun menggunakan energi toxic di dalamnya namun tidak pernah terjadi hal yang menyeramkan saat hal itu terjadi," ujar pihak pertahanan Rusia melalui kantor berita Itar-Tass.
