F1 News

My BlogCatalog BlogRank

Foto Pertama Planet di Luar Tata Surya


Gambar pertama dari sebuah sebuah planet di luar tata surya berhasil ditangkap oleh Teleskop Ruang Angkasa Hubble. Gambar tersebut (kiri) menunjukkan planet yang dikenal sebagai Fomalhaut b dan berukuran sebesar planet Jupiter.

Planet ini tertutup cakram debu yang mengelilingi bintang Fomalhaut. Keberadaan planet itu telah diketahui sejak tahun 2005 berdasarkan tarikan gravitasi di sekitarnya.

Namun, ini untuk pertama kalinya Fomalhaut b berhasil diabadikan gambarnya. Meskipun menggunakan koronograph Hubble untuk mengurangi kilauan cahaya bintang, planet itu tetap tak tertangkap oleh teleskop apabila tak berada di orbit yang luas.

Dr Paul Kalas, astronom dari University of California di Berkeley, mengaku kagum dengan penemuan yang dipimpinnya itu. "Sungguh pengalaman mengagumkan dapat mengamati planet yang tak terlihat sebelumnya."

Fomalhaut terletak sekitar 200 juta tahun cahaya dan 16 kali lebih terang cahayanya dari Matahari. Fomalhaut diperkirakan akan terbakar dalam waktu sekitar 1 miliar tahun sehingga dianggap sebagai bintang yang berusia pendek.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

NASA Temukan Tata Surya Baru Berisi 3 Planet


WASHINGTON, JUMAT - Selain berhasil memotret planet asing di luar tata surya untuk pertama kalinya, para ilmuwan NASA juga menemukan tiga planet baru yang mengelilingi satu bintang. Namun, ketiganya terlalu jauh sehingga tidak dapat direkam secara langsung.

"Setiap planet ekstrasolar terdeteksi pada jarak sangat jauh sehingga hanya dapat diketahui dari gelombang di grafik pengamatan," ujar Bruce Macintosh, pakar astrofisika dari Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, California, AS.

Trio planet itu mengorbit bintang HR 8799 yang berada di konstelasi Pegasus, 130 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya setara dengan 9,46 triliun kilometer). Bintang yang menjadi pusat tata surya itu mirip Matahari dengan ukuran 1,5 kali lebih besar.

Masing-masing planet terletak pada jarak 24, 38, dan 68 unit astronomi dari bintangnya (1 AU setara dengan 150 juta kilometer). Dua planet yang terdekat dengan bintang berukuran 10 kali massa Planet Jupiter dan yang terjauh 7 kali massa Planet Jupiter.

Planet-planet tersebut diperkirakan baru berumur 60 juta tahun sehingga bisa dikatakan sangat muda dalam standar astronomi. Bagian permukaannya masih sangat panas dengan bola-bola api yang masih sering terbentuk di atasnya. Sebagai perbandingan, Bumi telah berumur 4,5 miliar tahun.

Orbit ketiga planet termasuk berada di luar seperti Jupiter mengelilingi Matahari. Jika tata surya tersebut memiliki sifat seperti tata surya kita, ada kemungkinan planet lain di orbit lebih dalam yang berukuran lebih kecil.

"Saya kira masih besar peluangnya menemukan planet lain di sistem tata surya tersebut," ujar Macintosh. Para astronom menyatakan target berikutnya adalah mencari planet yang memiliki sifat seperti Bumi.

Penemuan tata surya seperti Matahari yang berpusat di bintang HR 8799 merupakan petunjuk untuk mencari planet seperti Bumi. Yang sering menjadi masalah adalah planet padat seperti Bumi lebih sulit dideteksi dan lebih dekat dengan bintangnya sehingga kalah dengan pancaran cahaya bintang.

Penemuan trio planet diumumkan, Kamis (13/11) bersamaan dengan publikasi foto pertama planet ekstasolar yang dimulat jurnal Science teranyar. NASA mengkalin untuk pertama kalinya memotret planet Fomalhaut b yang mengelilingi bintang bernama Fomalhaut dengan gabungan foto teleskop ruang angkasa Hubble dan sejumlah teleskop terestrial.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Software Pembaca Pikiran Manusia


LONDON - Pepatah yang mengatakan bahwa komunikasi merupakan jembatan antara sesama manusia direspons serius kalangan ilmuwan. Sekawanan peneliti dari Belanda baru-baru ini mengembangkan sebuah peranti lunak yang bisa menerjemahkan bahasa dari pikiran seseorang, sekaligus menebak siapa yang mengatakannya.

Untuk melancarkan penelitian itu, sekumpulan orang pintar dari Maastricht University melatih sebuah peranti lunak dengan memberdayakan sebuah alat pemindai resonansi magnetik (fMRI). Kombinasi keduanya mampu menelusuri aktivitas otak dari tujuh partisipan selagi mereka mendengarkan tiga pembicara berbeda yang menuturkan ucapan vokal sederhana.

Dalam penjelasan tentang penelitian ini, para ilmuwan yang terlibat bertestimoni bahwa setiap pembicara dan setiap suara yang terdengar, menciptakan ciri khas istimewa dalam lapisan luar otak pendengar, daerah yang berkenaan dengan pendengaran. Ciri-ciri khas yang berhasil ditangkap tersebut dimanfaatkan peneliti untuk mengartikan sandi dan menentukan siapa yang bertindak sebagai pendengar dan apa yang mereka katakan.

"Dalam penelitian ini kami menciptakan semacam alat yang bisa mengenali perkataan seseorang yang berbasis pada aktivitas otak pendengar. Kegiatan ini merupakan penelitian perdana yang mampu membedakan dua suara manusia atau dua suara yang spesifik," papar ketua tim peneliti Maastricht University, Elia Formisano, seperti dilansir dari New Scientist, Sabtu (15/11/2008).

Selain mampu mengungkap suara dari hasil aktivitas otak, penelitian ini juga membuahkan hasil berupa penemuan fakta yang memaparkan cara kerja otak dalam mengolah sebuah perkataan. Tim peneliti ini mengamati bahwa perkataan manusia, walaupun dituturkan oleh orang yang berbeda-beda dengan isi perkataan yang sarat dengan huruf vokal, mempunyai ciri khas yang sama persis di semua otak manusia. Berdasarkan itulah peneliti berani mengklaim bahwa kombinasi antar pembicara dan suara yang dikeluarkan mampu dikenali software ciptaan mereka.

"Ucapan vokal memang bukan perkataan yang berarti, namun sebenarnya perkataan tersebut sudah sebuah bahasa. Huruf-huruf vokal itulah yang membentuk bahasa," terang Formisano lagi.

Dalam perkembangannya nanti, sekawanan ilmuwan ini berharap bisa mengembangkan sebuah sistem yang mampu mengenali suara yang jauh lebih kompleks tanpa harus dilatih terlebih dahulu, bahkan di tempat yang ramai sekalipun.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

Transplantasi Sumsum Penyembuh AIDS?



BERLIN - Seorang warga Amerika yang terdeteksi menderita AIDS ternyata telah dinyatakan sembuh setelah dirinya melakukan operasi transplantasi tulang sumsum.

Awalnya, ia mengadakan operasi ini sebagai bagian dari proses penyembuhan penyakit Leukemia yang dideritanya. Namun, 20 bulan setelah ia melakukan operasi tersebut, tidak hanya penyakit Leukemia yang berhasil disembuhkan, tapi juga penyakit AIDS yang dideritanya beberapa tahun belakangan ini.

Sayangnya, para peneliti dan dokter yang merawatnya menganggap kejadian ini hanya kebetulan yang menguntungkan. Namun kejadian ini bisa menjadi langkah awal untuk memulai kembali penelitian untuk menemukan obat AIDS, yang tiap tahun menghinggapi sekira 2 juta orang. Saat ini, penyakit berbahaya ini telah diidap oleh sekira 33 juta orang di dunia.

"Pasien saya tersebut telah divonis mengidap AIDS. Namun selang beberapa lama setelah ia melakukan transplantasi tulang sumsum, kami melihat tidak ada lagi virus AIDS di dalam tubuhnya. Bahkan kami telah menunggu beberapa bulan lamanya untuk melihat perubahan lain yang terjadi," ujar Dr Gero Huetter bercerita mengenai pasiennya yang tidak bisa ia sebutkan namanya, seperti dikutip melalui Associated Press, Kamis (13/11/2008).

Sayangnya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan proses ini bekerja dengan baik.

"Proses penyembuhan yang tidak jelas akan berakibat pada masa depan pasien yang juga akan ikut tidak jelas. Pasalnya, kita tidak tahu kemana larinya virus tersebut. Bisa jadi virus AIDS tersebut masih berada di tubuhnya," ujar direktur riset HIV dan Imunologi Dr Andrew Badley.





ENGLISH VERSION

Berlangganan Berita:



Enter your Email






Preview | Powered by FeedBlitz

[+/-] Selengkapnya...

 

Hujan Kali Ini

View blog reactions Your Site Title There are currently : visitors online. Powered by Online Count.

Senandung Kala Hujan

Free Devil ani MySpace Cursors at www.totallyfreecursors.com